Bantuan Logistik ke Krayan Terhambat Jadwal Penerbangan
Nunukan – Distribusi bantuan logistik bagi korban tanah longsor di Kecamatan Krayan Selatan masih menghadapi kendala akibat terbatasnya transportasi udara. Sampai dengan hari Selasa (28/7/2026) baru dua kali penerbangan yang berhasil mengangkut bantuan, sementara lebih dari empat ton logistik masih tertahan di Nunukan menunggu jadwal pengiriman.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tantangan penanganan bencana kini bukan lagi pada ketersediaan bantuan, melainkan akses untuk menyalurkannya ke wilayah terdampak yang masih terisolasi. Kepala Sub Bidang Penyelamatan dan Kedaruratan BPBD Nunukan, Hasanuddin, mengungkapkan keterbatasan jadwal penerbangan menjadi faktor utama yang memperlambat distribusi logistik ke Krayan Selatan.
Menurutnya, hingga saat ini bantuan yang berhasil diberangkatkan baru melalui dua kali penerbangan karena jadwal pesawat yang tersedia sangat terbatas. Hasanuddin menjelaskan, logistik yang masih menunggu pengiriman merupakan bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pemerintah Kabupaten Nunukan dengan total berat lebih dari empat ton.
Pesawat yang melayani rute menuju Krayan Selatan beroperasi dengan jadwal reguler dan memiliki kapasitas angkut terbatas. Kondisi tersebut membuat seluruh bantuan tidak memungkinkan dikirim dalam satu waktu. Sehingga, BPBD Nunukan bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara dan BNPB terus berkoordinasi untuk memperoleh tambahan jadwal penerbangan agar bantuan yang masih tertahan dapat segera disalurkan ke lokasi bencana.
Jalur udara saat ini menjadi satu-satunya opsi yang paling memungkinkan untuk distribusi logistik. Pasalnya, akses darat menuju Krayan Selatan mengalami kerusakan cukup parah akibat longsor sehingga belum dapat difungsikan sebagai jalur distribusi utama. Hasanuddin menambahkan, pihaknya tidak menunggu kondisi jalan pulih untuk menyalurkan bantuan. Upaya distribusi tetap difokuskan melalui jalur udara agar kebutuhan masyarakat terdampak dapat segera terpenuhi.
BPBD berharap penambahan slot penerbangan dapat segera terealisasi sehingga seluruh bantuan yang masih berada di Nunukan bisa segera dikirim. Di sisi lain, pemerintah juga terus mendorong percepatan perbaikan akses jalan sebagai solusi jangka panjang agar distribusi logistik tidak lagi bergantung sepenuhnya pada transportasi udara. Ia pun berharap penanganan akses di wilayah Krayan dapat segera dilakukan sehingga mobilitas masyarakat maupun distribusi bantuan kembali berjalan normal. (**)










