Jelajah Daerah
Beranda Ekonomi Harhubnas 2026, Pelindo Regional 4 Jayapura Perkuat Pelabuhan sebagai Penggerak Konektivitas dan Ekonomi Papua

Harhubnas 2026, Pelindo Regional 4 Jayapura Perkuat Pelabuhan sebagai Penggerak Konektivitas dan Ekonomi Papua

Jayapura – Pelabuhan tidak lagi sekadar menjadi tempat kapal bersandar dan bongkar muat barang, tetapi berkembang menjadi simpul strategis yang menghubungkan arus logistik, mobilitas masyarakat, hingga membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

Momentum Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2026 menjadi kesempatan bagi PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Jayapura untuk memperkuat peran Pelabuhan Jayapura sebagai salah satu simpul konektivitas utama di Papua. Peran tersebut tercermin dari aktivitas kepelabuhanan yang mencakup arus kapal, peti kemas, barang dan penumpang, sekaligus semakin terbukanya peluang pengembangan wisata maritim melalui kunjungan kapal pesiar internasional.

General Manager Pelindo Regional 4 Jayapura, Ramdan Affan Kiai Demak, mengatakan bahwa penguatan konektivitas laut merupakan bagian penting dalam mendukung aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di Papua.

«“Pelabuhan merupakan bagian penting dari rantai konektivitas dan perekonomian Papua. Karena itu, komitmen kami bukan hanya memastikan operasional berjalan lancar, tetapi juga menghadirkan layanan yang aman, andal, efisien, serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan para pengguna jasa,” ujar Ramdan.

Peti Kemas Perkuat Distribusi Logistik Papua

Sebagai salah satu simpul logistik di Papua, Pelabuhan Jayapura memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran distribusi berbagai kebutuhan masyarakat dan aktivitas dunia usaha.

Pada Semester I 2026, arus peti kemas di Pelabuhan Jayapura tercatat mencapai 53.410 TEUs. Sejalan dengan pertumbuhan aktivitas tersebut, Pelindo terus mendorong peningkatan produktivitas dan keandalan layanan bongkar muat.

“Peningkatan produktivitas menjadi salah satu fokus kami. Semakin cepat dan semakin andal layanan pelabuhan, maka semakin cepat pula barang dapat didistribusikan kepada masyarakat dan dunia usaha. Ini menjadi bagian dari kontribusi Pelindo dalam mendukung efisiensi rantai logistik di Papua,” kata Ramdan.

Menjaga Kelancaran Mobilitas Masyarakat

Selain menopang arus logistik, Pelabuhan Jayapura juga memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat, terutama pada periode dengan peningkatan trafik seperti Natal dan Tahun Baru.

Berdasarkan data KSOP Kelas II Jayapura, jumlah penumpang melalui Pelabuhan Jayapura pada periode Nataru 2025/2026 mencapai 26.445 orang, meningkat sekitar 28 persen dibandingkan periode Nataru sebelumnya yang tercatat sebanyak 20.833 orang.

Peningkatan tersebut menjadi perhatian Pelindo untuk terus memastikan aspek keselamatan, keamanan, kenyamanan dan ketertiban pelayanan penumpang, khususnya pada periode peak season.

“Kenaikan arus penumpang menunjukkan bahwa transportasi laut masih menjadi bagian penting dalam mobilitas masyarakat Papua. Kami terus berkoordinasi dengan regulator, operator kapal, aparat keamanan, dan stakeholder terkait untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan aman dan nyaman, terutama pada periode dengan peningkatan trafik,” ujar Ramdan.

Kunjungan Kapal Pesiar Buka Peluang Wisata Maritim

Peran Pelabuhan Jayapura juga terus diperluas melalui peluang pengembangan wisata maritim.

Pada September 2026, Pelabuhan Jayapura kembali menerima kunjungan kapal pesiar internasional Island Sky. Kehadiran kapal pesiar tersebut menjadi momentum untuk memperkuat potensi Jayapura sebagai salah satu pintu masuk wisatawan mancanegara melalui jalur laut.

Bagi Pelindo, aktivitas cruise tidak hanya berkaitan dengan pelayanan kapal, tetapi juga memiliki potensi menciptakan multiplier effect bagi sektor pariwisata, UMKM, transportasi, kuliner, serta berbagai aktivitas ekonomi masyarakat.

“Kunjungan kapal pesiar internasional seperti Island Sky menunjukkan bahwa Pelabuhan Jayapura memiliki peluang yang lebih luas. Kami ingin memastikan kesiapan layanan dan operasional sehingga aktivitas cruise dapat berkembang dan memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata serta ekonomi lokal,” jelas Ramdan.

Kinerja Regional 4 Dukung Konektivitas Kawasan Timur Indonesia

Penguatan konektivitas tersebut juga tercermin dalam aktivitas pelabuhan yang dikelola Pelindo Regional 4 Jayapura.

Pada Semester I 2026, pelabuhan kelolaan Regional 4 Jayapura mencatat arus kapal sebesar 2.057.434 GT, arus peti kemas 53.410 TEUs, trafik barang 113.298 ton, serta arus penumpang 147.246 orang.

Capaian tersebut menunjukkan besarnya peran pelabuhan dalam mendukung kelancaran rantai pasok, mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi di wilayah Papua serta kawasan Timur Indonesia.

Pelindo terus mendorong peningkatan kinerja melalui penguatan produktivitas, standardisasi proses, digitalisasi layanan, optimalisasi fasilitas dan peralatan, serta peningkatan kualitas pelayanan kepada pengguna jasa.

Upaya tersebut juga menjadi bagian dari kontribusi Pelindo dalam mendukung agenda transformasi BUMN dan penciptaan nilai jangka panjang bagi negara, sejalan dengan arah strategis Danantara Indonesia dalam mendorong BUMN yang adaptif, kompetitif dan mampu memberikan nilai ekonomi serta sosial bagi Indonesia.

Kolaborasi Menjadi Kunci Konektivitas Papua

Ramdan menegaskan bahwa keandalan konektivitas maritim tidak dapat dibangun oleh satu pihak. Diperlukan sinergi antara pemerintah, regulator, operator kapal, pengguna jasa, aparat keamanan, masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan.

“Kolaborasi menjadi kunci. Pelabuhan adalah bagian dari ekosistem transportasi dan logistik yang melibatkan banyak pihak. Karena itu, koordinasi yang kuat menjadi fondasi untuk menciptakan layanan kepelabuhanan yang aman, tertib, efisien dan berkelanjutan,” tutur Ramdan.

Pelindo Regional 4 Jayapura juga terus memperkuat transformasi pelayanan melalui pemanfaatan teknologi digital, peningkatan produktivitas, penguatan standar keselamatan serta pengembangan layanan yang berorientasi pada kebutuhan pengguna jasa.

Langkah tersebut sejalan dengan agenda transformasi BUMN yang menekankan penguatan kinerja operasional, tata kelola, inovasi dan penciptaan nilai. Dalam konteks tersebut, Pelindo terus memperkuat perannya sebagai bagian dari ekosistem BUMN yang mendukung peningkatan daya saing dan konektivitas nasional.

Menghubungkan Papua, Menggerakkan Ekonomi

Memaknai Hari Perhubungan Nasional 2026, Pelindo Regional 4 Jayapura menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas layanan kepelabuhanan sekaligus memperluas kontribusi pelabuhan terhadap pembangunan ekonomi Papua.

«“Bagi kami, konektivitas bukan hanya persoalan menghubungkan satu pelabuhan dengan pelabuhan lainnya. Konektivitas harus mampu menghubungkan masyarakat dengan kebutuhan mereka, menghubungkan pelaku usaha dengan pasar, serta membuka peluang ekonomi baru bagi Papua. Inilah peran yang ingin terus kami perkuat melalui Pelabuhan Jayapura,” tutur Ramdan.»

Melalui penguatan konektivitas, produktivitas, digitalisasi, keselamatan dan kolaborasi, Pelindo Regional 4 Jayapura terus mengambil bagian dalam mendukung transformasi BUMN dan agenda pembangunan nasional. Upaya tersebut diarahkan untuk memastikan infrastruktur kepelabuhanan tidak hanya berfungsi sebagai simpul transportasi, tetapi juga menjadi penggerak aktivitas ekonomi dan penciptaan nilai bagi masyarakat.

Dengan semangat “Menghubungkan Indonesia untuk Masa Depan Lebih Maju”, Pelindo Regional 4 Jayapura akan terus memperkuat pelayanan, keselamatan, produktivitas, digitalisasi dan kolaborasi sebagai bagian dari upaya menghadirkan konektivitas maritim yang semakin andal bagi Papua dan Indonesia Timur.

Selamat Hari Perhubungan Nasional 2026.

Menghubungkan Papua, Menggerakkan Ekonomi.

PT Pelabuhan Indonesia (Persero)
Regional 4 Jayapura

Menghubungkan Nusantara, Menggerakkan Ekonomi.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan