Jelajah Daerah
Beranda Nusantara Berkah Alquran untuk Umat Manusia dan Bagaimana Memahaminya? Ini Penjelasan Wasekjen MUI

Berkah Alquran untuk Umat Manusia dan Bagaimana Memahaminya? Ini Penjelasan Wasekjen MUI

Foto: ist
Alquran adalah kitab suci yang diturunkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad SAW sebagai petunjuk bagi umat manusia.
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ
“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).” (QS al-Baqarah: 185).
Untuk memahami pesan-pesan yang terkandung di dalamnya, seseorang tidak cukup hanya membaca terjemahannya saja. Oleh karena itu, belajar kepada ulama yang memiliki pemahaman mendalam terhadap ilmu tafsir sangat penting agar seseorang tidak salah dalam menafsirkan kandungan Alquran .
Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Arif Fahruddin, yang akrab disapa Kiai Arif dan telah meraih gelar doktor tafsir di Institut Ilmu Alquran (IIQ) Jakarta, menjelaskan pentingnya memahami Alquran dengan bimbingan yang tepat.
“Harus membaca Alquran dan dibarengi dengan mempelajari tafsirnya kepada kyai atau ustadz yang kompeten, karena kalau hanya membaca terjemah Alquran saja tanpa memahami maksud dan makna ayat-ayat Alquran secara kompeten, maka tidak bisa memahami keindahan dan kemukjizatan Alquran ,” ujarnya saat dihubungi MUIDigital di Jakarta, Kamis
(28/8/2025). Dia mengutip ayat Alquran:
وَمَا أَرْسَلْنَا قَبْلَكَ إِلَّا رِجَالًا نُوحِي إِلَيْهِمْ ۖ فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
“Kami tiada mengutus rasul rasul sebelum kamu (Muhammad), melainkan beberapa orang-laki-laki yang Kami beri wahyu
kepada mereka, maka tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui.” (QS al-Anbiya: 7).
Kiai Arif menjelaskan, makna orang berilmu di sini, sebagaimana dinukilkan dalam Kitab Tafsir at-Thabari adalah Ahlul Quran, atau ulama-ulama Alquran.
Dalam kehidupan sehari-hari, Alquran memberikan solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi manusia.
Sebagai kitab petunjuk (hudan) dan penawar (syifa’), Alquran mengandung prinsip-prinsip yang dapat menjadi pedoman dalam menyelesaikan berbagai problematika kehidupan, baik dalam aspek sosial, ekonomi, maupun spiritual.
Dengan memahami dan mengamalkan ajaran Alquran , seseorang dapat menemukan ketenangan, jalan keluar dari kesulitan, serta petunjuk untuk menjalani hidup dengan penuh keberkahan.
Ia menekankan, bahwa meningkatkan kecintaan terhadap Alquran , terutama di kalangan generasi muda, dapat dilakukan dengan menampilkan keindahan sastra dan kedalaman makna yang terkandung di dalamnya.
Dia menjelaskan, kecintaan kepada Alquran tidak dapat diraih kecuali dengan memahami keindahan sastra, kedalaman makna, dan keagungan Allah SWT. Petunjuk-petunjuk Alquran terhadap fenomena alam, sejarah masa lalu dan masa depan, serta akurasi keterkaitan antara Alquran dan sains, jika dipahami dengan baik oleh generasi muda, mereka pasti sangat tertarik.
Apalagi, kata dia, banyak ayat Alquran juga bercorak puitis. Belum lagi jika Alquran dibaca secara indah dengan nada-nada (nagham) yang diajarkan oleh para ahli qiraat, ada bayati, hijaz, raas, nahawand, jiharkah, dan sebagainya, yang sampai saat ini menjadi kriteria Musabaqah Tilawatil Qur’an sampai tingkat internasional. “Maka, keindahan Alquran sangat luar biasa daya tariknya,” jelasnya.
Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa peran Alquran dalam membentuk karakter dan akhlak seseorang sangatlah besar. Alquran mengajarkan tuntunan dalam kehidupan, baik dalam hubungan dengan sesama manusia maupun dengan makhluk lainnya.
Menurut dia, Alquran mengandung banyak tuntunan untuk kehidupan dan perilaku manusia yang terbaik untuk pribadi, keluarga, masyarakat, bahkan dengan sesama makhluk hidup seperti binatang, tumbuhan, dan ekosistem manusia.
Karakter yang tidak mungkin untuk dipisahkan oleh manusia adalah jika teralienasi dari ilham Tuhannya. Alquran adalah penyambungnya. Maka, agar karakter manusia senantiasa terus bisa merasakan tuntunan akhlak luhur yang diajarkan oleh Allah SWT, maka dia tidak boleh melupakan Alquran. “Semua karakter terbaik manusia ada dalam spirit Al-Asma’ al-Husna,” kata dia menambahkan.
Selain sebagai pedoman hidup, kata dia, Alquran juga memberikan inspirasi dan motivasi bagi umat manusia untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Dia menegaskan, Alquran adalah kitab suci yang diturunkan oleh Allah kepada nabi umat terakhir, yaitu Nabi Muhammad SAW. Sebagai kitab suci terakhir, Alquran merekam dengan lengkap hikmah-hikmah kehidupan yang terjadi pada umat para nabi terdahulu.
Maka, siapa yang membaca dan memahami Alquran , dia akan memahami dengan baik dan komprehensif hal-hal apa saja yang mengarah kepada positif dan apa saja yang berakibat negatif.
“Dengan demikian, umat Nabi Muhammad memiliki bekal pedoman untuk melangkah ke arah yang lebih baik bersama Alquran . Kata kuncinya: baca, pelajari, pahami, dan amalkan Alquran ,” ujar dia memungkasi pembicaraan.
Dengan menjadikan Alquran sebagai pedoman utama, insya Allah, umat Islam dapat menjalani kehidupan yang lebih baik, baik di dunia maupun di akhirat.
Sumber: MUI Digital
Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan