Jelajah Daerah
Beranda Kaltim DLHK Berau Klaim Kualitas Udara Masih Normal, Asap dan Debu Dirasakan Masyarakat

DLHK Berau Klaim Kualitas Udara Masih Normal, Asap dan Debu Dirasakan Masyarakat

Proses pemadaman Karhutla di Kabupaten Berau. (Foto: Ist)

Berau – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Berau menyebut kualitas udara di wilayah perkotaan hingga saat ini masih berada dalam kondisi normal walaupun maraknya kebakaran lahan belakangan ini mulai menimbulkan asap dan debu yang dirasakan masyarakat.

Zulkifli Azhari selaku Kepala DLHK Berau mengatakan, berdasarkan pemantauan melalui laboratorium, kualitas udara ambien di Berau masih tergolong baik dan berada dalam batas normal. “Kalau dari lab, kualitas udara kita masih bagus. Ambiennya masih normal,” ujar Zulkifli pada Sabtu (15/8/2026).

Berdasarkan laporan tim DLHK dalam rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup, kondisi lingkungan di Berau masih menunjukkan tren yang positif DLHK tetap memberikan perhatian terhadap munculnya asap dan debu akibat kebakaran yang terjadi di sejumlah wilayah.

“Selama ini saya lihat masih bagus. Kemarin waktu Hari Lingkungan Hidup, laporan yang kami dapat dari tim kami menunjukkan tren yang bagus untuk lingkungan. Masih bagus, artinya masih terkontrol,” jelasnya.

Meski kualitas udara secara umum masih normal, Zulkifli mengakui kondisi di lapangan mulai menunjukkan adanya dampak dari kebakaran. Asap dan debu mulai terlihat, bahkan sejumlah masyarakat telah mengeluhkan bau asap.

Menghadapi kondisi tersebut, DLHK Berau mendorong pemerintah pusat agar penanganan kebakaran lahan tidak hanya berfokus pada pembukaan atau pemanfaatan lahan, tetapi juga diikuti dengan upaya pemulihan lingkungan.

“Kita mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk penutupan lahan itu supaya reboisasi ada. Kita juga minta kerusakan-kerusakan yang terjadi di-update,” katanya

Menurutnya, upaya pemulihan melalui reboisasi penting dilakukan untuk menjaga keberlanjutan lingkungan. Pembukaan lahan harus diimbangi dengan tanggung jawab untuk mengembalikan fungsi lahan yang mengalami kerusakan.

“Kita berharap bukan hanya membuka lahan tapi juga bagaimana mereboisasi kembali,” tukasnya. (jd)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan