Target Ekonomi Masih Jadi Pekerjaan Rumah Kepemimpinan Khairul-Ibnu Saud
Tarakan, jelajahdaerah.com – Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes., mengungkapkan momentum peringatan kemerdekaan RI ke-81 tahun menjadi kesempatan untuk melihat kembali capaian sekaligus pekerjaan rumah pembangunan Kota Tarakan. Salah satu yang masih menjadi perhatian adalah pertumbuhan ekonomi yang hingga kini belum mencapai target awal pemerintah.
“Kalau target kita kan memang di awal-awal target kita 8 persen, tapi memang di dalam perkembangan terakhir kita lihat memang ada kontraksi dari pertumbuhan ekonomi,” ucapnya.
Khairul mengatakan arah pembangunan Tarakan ke depan tetap mengacu pada visi dan misi yang telah ditetapkan sejak masa kampanye dan dituangkan dalam peraturan daerah. Tarakan diarahkan menjadi kota cerdas yang ditopang sektor perdagangan, jasa dan ekonomi kreatif dengan tetap memperhatikan lingkungan hidup.
“Visi misi kita kan sudah ada sejak kampanye dan itu dimasukkan di dalam peraturan daerah,” ujarnya.
Untuk tahun depan, pemerintah berencana memberi perhatian lebih besar terhadap sektor ekonomi. Sementara pembangunan di bidang kesehatan dan pendidikan yang saat ini menjadi fokus akan tetap dilanjutkan, terutama pendidikan yang dinilai menjadi fondasi menuju kota cerdas.
Khairul menegaskan pembangunan Tarakan masih membutuhkan penguatan di berbagai sektor meskipun sejumlah indikator makro telah menunjukkan perkembangan positif. Menurutnya, capaian yang sudah diperoleh tidak cukup hanya diraih, tetapi harus dipertahankan dan ditingkatkan.
“Walaupun sudah tercapai tetap juga kita butuhkan untuk momentum, memelihara,” tegasnya.
Dari sisi pertumbuhan ekonomi, Tarakan saat ini berada di kisaran 5 persen lebih. Angka tersebut masih terpaut dari target awal sebesar 8 persen sehingga pemerintah perlu mencari cara untuk kembali mendorong pertumbuhan ekonomi.
Salah satu langkah yang dinilai penting adalah menjaga iklim investasi agar terus tumbuh di Tarakan. Masuknya investasi dinilai berkaitan langsung dengan kemampuan daerah menciptakan lapangan pekerjaan.
“Kalau tidak ada investasi kan agak sulit juga untuk penciptaan lapangan pekerjaan,” katanya.
Persoalan pengangguran pun masih menjadi pekerjaan rumah. Meski mengalami penurunan, tingkat pengangguran dinilai masih cukup tinggi sehingga pemerintah akan terus memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut.
“Walaupun juga ada terjadi penurunan tapi masih cukup tinggi, oleh karena itu tentu ini juga akan menjadi perhatian dari pemerintah kota,” terangnya.
Upaya menekan pengangguran tidak hanya dilakukan dengan menarik investasi, tetapi juga meningkatkan kemampuan tenaga kerja lokal. Pemerintah perlu memastikan masyarakat memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan lapangan pekerjaan yang tersedia.
“Ada nanti lapangan tersedia tapi tidak menikmati kualifikasi kan juga masalah. Jadi dua hal ini juga menjadi perhatian pemerintah,” bebernya.
Di sisi lain, pembangunan manusia menjadi salah satu indikator yang menunjukkan capaian positif Tarakan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) disebut terus meningkat setiap tahun dan berada di atas rata-rata nasional maupun Kalimantan Utara.
“IPM Tarakan ini kan di atas rata-rata nasional juga, dan juga di atas rata-rata Kalimantan Utara,” katanya.
Angka kemiskinan juga menunjukkan tren penurunan dari tahun ke tahun, meskipun penurunannya belum terlalu besar. Khairul menyebut tingkat kemiskinan Tarakan saat ini masih berada di bawah rata-rata nasional.
“Memang menurunnya tidak terlalu jauh, tapi memang dari tahun ke tahun menurun,” tuturnya.
Selain kemiskinan dan pengangguran, pemerataan pembangunan juga menjadi indikator yang terus dipantau pemerintah. Khairul menyebut rasio gini Tarakan menunjukkan kesenjangan antara kelompok masyarakat kaya dan miskin yang relatif tidak terlalu jauh serta cenderung membaik setiap tahun.
Namun, capaian tersebut tidak membuat pemerintah menganggap pembangunan telah selesai. Khairul menilai seluruh indikator yang sudah baik tetap harus dijaga agar tidak mengalami penurunan, sementara capaian yang masih belum sesuai target harus terus dikejar.
“Kalau pun sudah tercapai kan harus kita pelihara bahkan kalau bisa kita tingkatkan lagi,” bebernya.
Karena itu, momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga menjadi titik evaluasi terhadap arah pembangunan Tarakan. Pemerintah masih menghadapi tantangan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menarik investasi, menciptakan lapangan kerja, sekaligus memastikan kualitas sumber daya manusia mampu mengikuti kebutuhan ekonomi daerah.
“Tidak akan berhenti proses development ataupun pengembangan ini, akan terus kita lakukan,” jelasnya. (jd)















