TPK Tarakan Optimalkan Operasional di Tengah Penurunan Arus Peti Kemas
Tarakan (16/1) – TPK Tarakan mencatat arus peti kemas sekitar 70.903 TEUs pada tahun 2025. Capaian ini lebih rendah dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 85.126 TEUs, atau turun sekitar 14.223 TEUs, meskipun masih lebih tinggi dibanding 2023 yang berada di kisaran 63 ribu TEUs.
Sepanjang tahun 2025, TPK Tarakan melaksanakan program transformasi operasional yang berfokus pada peningkatan produktivitas dan efisiensi terminal.
Implementasi program tersebut berkontribusi pada kenaikan produktivitas BSH, penurunan port stay, serta percepatan proses layanan melalui digitalisasi operasional, sehingga kualitas pelayanan tetap terjaga meskipun terjadi tekanan volume.
Penurunan arus peti kemas tahun 2025 terutama dipengaruhi oleh turunnya permintaan ekspor LNG, fluktuasi arus kontainer domestik, serta dinamika pasokan dan permintaan komoditas di wilayah hinterland, yang turut dipengaruhi kondisi ekonomi dan perdagangan global.
Untuk memastikan peningkatan kinerja tahun 2026, TPK Tarakan telah menyiapkan serangkaian program perbaikan, antara lain penyelesaian pengerukan dermaga Malundung pada Februari 2026 guna mendukung sandar kapal berukuran lebih besar, Program Zonasi untuk mempelancar kerja petikemas, modernisasi sistem operasi terminal, penguatan kolaborasi dengan pelayaran dan mitra logistik, serta optimalisasi produktivitas dan utilisasi alat.
Langkah-langkah ini diharapkan dapat mendorong pemulihan arus peti kemas dan peningkatan daya saing layanan pada tahun 2026.










