Kunjungi Pulau Sadau Bersama Tokoh Tidung, Jufri Budiman Ikut Ziarah Makam Leluhur
Tarakan – Makam Leluhur Puang Muhammad Ali yang dimakamkan pada tahun 1918 masehi di Pulau Sadau RT 13, Kelurahan Karang Harapan, Kecamatan Tarakan Barat, Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara.
Letak makam yang berjarak sekitar 100 meter lebih dari bibir pantai Pulau Sadau itu, terlihat kondisi terbengkalai dan terlupakan, bahkan tim rombongan peziarah harus terlebih dahulu memotong akar-akar dan rumput liat untuk memuluskan jalan masuk.
Rombongan yang terdiri dari Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Utara Jufri Budiman, S.Pd, M.M, Ketua DPRD Tarakan, Muhammad Yunus, S.H, Wira Raja Tidung Aji Pengiran H. Mochtar Basri Idris, Aji Pangeran H. Hamsyah, Aji Pangeran H. Halidin, Kyai H. Zainuddin Dalilla, beserta pihak keluarga atau keturunan cucu buyut lainnya yang masih hidup.
Sekedar informasi, Puang Muhammad Ali adalah salah satu pejuang kemerdekaan rakyat, tokoh budaya dan adat yang berasal dari Bone – Sulawesi selatan. Semasa hidupnya, telah mencurahkan dan memiliki pengabdian untuk rakyat di Kalimantan Timur bagian Tenggara, yang saat ini masuk wilayah Provinsi Kalimantan Utara.
Ketua Komisi III DPRD Kaltara, Jufri Budiman, S.Pd, M.M mengatakan semua makam leluhur harus di hormati dan di kenang, baik perjuangannya maupun visi misinya dalam pembebasan Rakyat di masa-masa era penjajahan Belanda.
“Kita menghormati beliau-beliau ini dengan sangat hormat, apalagi beliau juga memiliki cerita perjuangan untuk memajukan budaya Bone dan Tidung di Kalimantan Utara, karena tanpa perjuangannya mungkin kita bukan siapa-siapa sekarang ini,” tutur Jufri Budiman pada Selasa pagi, (24/03/2026) sesaat ziarah makam Puang Muhammad Ali di Pulau Sadau Tarakan.
Jufri Budiman juga berjanji akan memperbaiki makam dan jalan menuju makam, bersama-sama dengan Ketua DPRD Tarakan Muhammad Yunus dan Wira Raja Tidung Aji Pengiran H. Mochtar Basri Idris untuk mempermudah peziarah yang ingin berkunjung ke makam leluhur Bone, Puang Muhammad Aji di Pulau Sadau, Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara.
“Kami sangat berterima kasih, saudara-saudara kita ini memang peduli terhadap budaya di Kalimantan Utara, yang dulunya Kalimantan Timur di wilayah Tenggara, dan mudah-mudahan kebaikannya di balas sama Allah, Aamiin,” tutur Wira Raja Tidung Aji Pengiran H. Mochtar Basri Idris.











