DPRD Bulungan Janji Kawal Tuntas Masalah Pasar Induk
Tanjung Selor – DPRD Kabupaten Bulungan menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama warga yang bermukim di sekitar Pasar Induk, Tanjung Selor, Rabu (20/8). Forum ini digelar untuk merespons keluhan warga terkait aktivitas pedagang yang dinilai mengganggu kenyamanan dan lingkungan.
Wakil Ketua II DPRD Bulungan, Tasa Gung menegaskan akan segera menindaklanjuti laporan masyarakat. “Kita tidak bisa membiarkan kondisi ini terus terjadi, tetapi tidak bisa juga serta-merta menghentikan kegiatan usaha masyarakat. Solusi jangka panjang harus dicari dan kami akan kawal sampai tuntas,” jelas Tasa Gung, Rabu (29/8).
DPRD bersama pihak terkait akan turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi riil. Salah satu opsi yang tengah dibahas adalah relokasi ke rumah pemotong hewan (RPH). “Pedagang sudah diarahkan ke RPH. Tetapi sebagian besar masih enggan pindah. Alasannya jauh, minim pembeli dan biaya transportasi bertambah. Ini jadi tantangan bagi pemerintah dan kita semua,” terangnya.
Meski secara aturan aktivitas peternakan dan pemotongan hewan di tengah permukiman tidak dibenarkan, DPRD mengaku tetap akan mengedepankan pendekatan persuasif. “Kami ingin memberikan edukasi dulu agar pengusaha paham pentingnya menjaga lingkungan, tanpa harus kehilangan mata pencaharian,” ujar Tasa.
Politisi Hanura ini memastikan seluruh masukan warga sudah dicatat dan akan menjadi dasar pembahasan dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Bahkan, DPRD berkomitmen mendorong Pemkab Bulungan menyiapkan anggaran khusus untuk penataan ulang kawasan pasar.
“Masalah ini mendesak, maka harus diprioritaskan. Kalau belum masuk RAPBD, kami akan dorong masuk ke perubahan anggaran atau tahun berikutnya,” tuturnya. (adv)










