TPK Tarakan Siap Antisipasi Kemungkinan Lonjakan Arus Barang
Tarakan (20/12) – PT Pelindo Terminal Petikemas Tarakan (TPK Tarakan) menyatakan kesiapan operasionalnya dalam mengantisipasi kemungkinan terjadinya lonjakan arus barang di Terminal Petikemas Tarakan, khususnya pada periode akhir tahun dan perayaan Natal 2025 serta Tahun Baru 2026 (Nataru) yang umumnya diiringi peningkatan distribusi logistik. Potensi peningkatan ini sejalan dengan dinamika distribusi logistik, pertumbuhan aktivitas ekonomi regional, serta kebutuhan pasokan barang ke wilayah Kalimantan Utara dan sekitarnya.
Sebagai langkah antisipatif pada periode Nataru, TPK Tarakan telah menyiapkan sejumlah strategi operasional, antara lain optimalisasi perencanaan sandar kapal, pengaturan lapangan penumpukan (yard) yang lebih efektif, kesiapan dan keandalan peralatan bongkar muat, serta penyesuaian pola kerja sumber daya manusia agar pelayanan terminal tetap berjalan lancar dan efisien.
Selain aspek operasional, TPK Tarakan juga meningkatkan intensitas koordinasi dengan para pemangku kepentingan, termasuk perusahaan pelayaran, pengguna jasa, instansi pemerintah, serta otoritas pelabuhan. Sinergi ini dilakukan untuk memastikan kelancaran arus barang dan meminimalkan potensi hambatan yang dapat timbul akibat peningkatan volume petikemas.
Manajemen TPK Tarakan menegaskan bahwa aspek keselamatan dan keamanan kerja (K3) tetap menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan operasional, khususnya di tengah potensi peningkatan intensitas pelayanan.
“TPK Tarakan secara rutin melakukan pemantauan terhadap perkembangan arus barang dan siap melakukan penyesuaian operasional apabila terjadi lonjakan volume. Kami berkomitmen untuk memberikan layanan yang andal, aman, dan berkesinambungan guna mendukung kelancaran logistik,” ujar Aga Ghazalie, Manager Penunjang Operasi.
Dengan kesiapsiagaan tersebut, khususnya selama periode Nataru, TPK Tarakan diharapkan mampu menjaga kelancaran rantai pasok, mendukung stabilitas distribusi barang kebutuhan masyarakat, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah di Kalimantan Utara. (jd)











