Jelajah Daerah
Beranda Kaltara Rumah Buruh Pelabuhan di Tarakan Belum Full Jadi Diamuk Si Jago Merah, Kerugian Ditaksir Rp130 Juta

Rumah Buruh Pelabuhan di Tarakan Belum Full Jadi Diamuk Si Jago Merah, Kerugian Ditaksir Rp130 Juta

Tangkap layar lokasi kebakaran.

Tarakan – Kebakaran bangunan di Jalan Sebengkok Waru, RT 28, Kelurahan Sebengkok, Rabu (19/11/2025) sekitar pukul 14.25 Wita membuat warga berhamburan keluar rumah.

Asap itu berasal dari kediaman Muhammad Yahya Hanafu, seorang buruh pelabuhan yang saat itu sedang bekerja bersama dua anaknya.l sehingga rumahnya dalam keadaan kosong.

Yahya pertama kali mengetahui kebakaran bukan dari PMK atau pihak RT, melainkan dari rekan kerjanya. Seorang tetangga datang ke area pelabuhan untuk mengabarkan rumahnya terbakar.

“Dapat informasi awal dari teman juga di lokasi kerja karena ada tetangga dari sini yang ke area kerja untuk menginformasikan,” jelas Yahya, Rabu (19/11).

Tanpa pikir panjang, Yahya langsung meluncur pulang, saat tiba, api sudah padam dan petugas sedang melakukan pendinginan. Tidak ada satu pun barang yang tersisa.

“Setelah dapat informasi langsung meluncur dengan pakaian kerja. Tapi sampai di sini sudah terbakar, sudah pendinginan. Barang-barang, KTP, habis semua. Cuma pakaian di badan saja,” jelasnya.

Kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp130 juta. Yahya mengaku bingung karena ia tidak mengetahui apa penyebab kebakaran tersebut. “Saya tidak tahu penyebabnya karena pas kejadian saya dan anak-anak lagi kerja,” katanya.

Selain rumah Yahya, satu rumah lain milik iparnya, Hasyadi, turut terdampak akibat lokasi rumah yang berdekatan. Api merambat begitu cepat hingga warga tidak bisa melakukan penyelamatan mandiri sebelum PMK tiba.

“Saya sempat pulang istirahat waktu siang, tidak ada firasat apa-apa sebelum kejadian,” bebernya.

Yahya menjelaskan kondisi rumahnya pun sebenarnya belum selesai dibangun. Pembangunan dilakukan perlahan sesuai waktu dan kondisi yang ada. “Rumah itu juga masih dalam proses pembangunan karena saya berproses membangunnya. Bisa dilihat ada bata di sekelilingnya, kemudian ada material di bawah gunung. Memang saya pelan-pelan membangunnya,” tuturnya.

Akibat peristiwa itu, ia harus meninggalkan rumah yang telah ia bangun sedikit demi sedikit dan untuk sementara akan tinggal di rumah keluarganya yang berada tepat di samping lokasi rumahnya yang terbakar.

“Untuk sementara saya akan tinggal di rumah keluarga saya yang tepat di samping rumah tersebut,” pungkasnya. (jd)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan