Workshop Tematik P4GN Perkuat Ketahanan Masyarakat Terhadap Ancaman Narkoba
Tarakan – Badan Narkotika Nasional Provinsi Kalimantan Utara (BNNP Kaltara) melaksanakan Workshop Tematik P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba) yang bertujuan untuk memberikan penguatan kepada wilayah yang tergolong Kelurahan Rawan Ancaman Narkoba. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan memiliki ketahanan dan “imunitas” sosial yang kuat dalam menghadapi ancaman penyalahgunaan narkotika dengan cara yang arif, kolaboratif, serta sesuai kapasitas dan peran masing-masing.
Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari empat kelurahan di Kota Tarakan, yakni Kelurahan Juata Permai, Selumit Pantai, Karang Anyar Pantai, dan Karang Rejo, dengan total peserta sebanyak 20 orang (masing-masing kelurahan diwakili oleh lima peserta). Narasumber yang hadir antara lain Kasat Binmas Polres Tarakan dan Sahabat LPSK, yang memberikan pemaparan materi secara interaktif serta berdiskusi dengan peserta terkait strategi efektif dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan masyarakat.
Melalui workshop ini, diharapkan masyarakat dapat menjadi lebih tangguh dan berdaya dalam melawan ancaman narkoba. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi langkah nyata dalam mendukung program Quick Wins 100 Hari BNN RI, dengan membentuk masyarakat yang sadar, tanggap, dan aktif berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba.
Badan Narkotika Nasional Provinsi Kalimantan Utara (BNNP Kaltara) melaksanakan Kegiatan Sinkronisasi Program dan Kebijakan Kabupaten/Kota Tanggap Ancaman Narkoba untuk memperkuat kolaborasi dan sinergitas antarinstansi dalam menghadapi ancaman bahaya narkoba sebagai salah satu isu prioritas nasional.
Kegiatan ini menjadi wadah diskusi untuk menyatukan pemahaman dan strategi penanggulangan berbasis kearifan lokal serta penguatan masyarakat di wilayah rawan. Narasumber dari UPTD LLK Tarakan dan DISDAGKOP-UMKM Tarakan menekankan pentingnya pelatihan produktif dan pengawasan terhadap pelaku usaha agar lebih tangguh terhadap pengaruh narkoba. Dihadiri 15 peserta dari berbagai instansi, kegiatan ini diharapkan memperkuat sinergi lintas sektor dalam membangun masyarakat yang tanggap dan tahan terhadap bahaya narkoba. (rilis)










