Jelajah Daerah
Beranda Kaltara Tiga Rumah Jadi Abu di RT 6 Karbal

Tiga Rumah Jadi Abu di RT 6 Karbal

Upaya pemadaman yang dilakukan petugas terhadap bangunan yang terbakar di RT 6 Karang Balik Kota Tarakan, Sabtu (22/8/2026). (Foto: Istimewa)

Tarakan – Tiga rumah dilaporkan hangus di RT 6 Kelurahan Karang Balik Kota Tarakan, Sabtu (22/8). Kejadian bermula sekira pukul 15.32 WITA.

Dony Hafianag, pemilik rumah mengungkapkan saat kejadian ia sedang berada di luar rumah, sementara anak dan istrinya di rumah. Ketika kembali, ia mendapati rumahnya sudah dalam kondisi terbakar.

“Saya tidak tahu asal apinya dari mana. Waktu saya pulang dari, rumah sudah terbakar,” jelasnya kepada media setempat.

Ali, yang merupakan anak Dony mengatakan api diduga pertama kali muncul dari bagian kamarnya. Namun, ia mengaku tidak mengetahui penyebab yang memicu kebakaran tersebut.

“Sepertinya api berasal dari kamar saya, tapi saya tidak tahu penyebabnya apa,” ucapnya.

Api kemudian merambat dengan cukup cepat hingga menjalar ke seluruh bagian rumah. Kondisi bangunan yang berada di kawasan permukiman dengan jarak antarrumah yang berdekatan membuat kebakaran tersebut perlu segera ditangani agar tidak semakin meluas.

Api membesar dalam waktu sangat singkat. Bahkan, menurut dia, kobaran api hanya membutuhkan waktu kurang dari dua menit untuk melahap bagian rumah dan kemudian merambat ke bangunan di sebelahnya.

“Tidak sampai dua menit, terbakar semua di situ,” katanya.

Kondisi angin yang cukup kencang saat kejadian turut membuat api semakin cepat menjalar. Bangunan rumah yang berada sangat berdekatan dengan rumah lainnya juga membuat kobaran api mudah menyambar ke bagian bangunan di sekitar lokasi.

“Angin lumayan kencang tadi, jadi cepat dia menyambar bagian sini,” bebernya.

Ali menjelaskan rumah yang terdampak masih berada dalam lingkungan keluarga. Rumah miliknya merupakan bangunan dua lantai, sedangkan beberapa rumah di bagian belakang juga masih ditempati anggota keluarganya.

“Ini (rumah di dekatnya) masih rumah keluarga juga. Yang ini rumah saya,” ujarnya.

Akibat kebakaran tersebut, sebagian besar barang di dalam rumah tidak sempat diselamatkan. Meski demikian, beberapa barang dan dokumen penting berhasil diamankan, termasuk ijazah milik Ali.

“Sisanya habis terbakar di dalam. Tapi kalau berkas penting seperti ijazah saya masih aman,” katanya.

Ali mengatakan, sebagian dokumen penting lainnya memang sengaja disimpan di sekolah sehingga tidak ikut terbakar. Sementara itu, terdapat satu surat terkait rumah yang diketahui ikut terbakar dalam kejadian tersebut.

“Kalau surat rumah, ada yang terbakar. Yang lainnya saya simpan di sekolah, jadi berkas saya semua aman,” terangnya.

Terkait dugaan awal penyebab kebakaran, Ali menyebut titik api diduga berasal dari area kamarnya di bagian belakang pendingin udara atau AC yang terdapat sejumlah kabel. Ia sempat naik ke lantai atas dan melihat bagian tersebut menjadi area yang pertama kali terbakar.

“Saya rasa kamar saya, karena pusat api itu paling dekat dengan kamar saya. Yang saya lihat menyala pertama itu belakang AC, kan ada kabel-kabel,” imbuhnya.

Meski demikian, Ali menegaskan dugaan tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab kebakaran. Ia hanya mendapat informasi mengenai suara seperti korsleting sebelum api muncul.

“Ada cerita dari orang-orang sekitar, bilang tadi kayak ada suara konslet, kayak suara kabel konslet.Tidak lama dari situlah mulai nyala api,” lanjutnya.

Ali menuturkan api kemudian semakin cepat membesar karena material bangunan yang mudah terbakar. Bagian tertentu rumah menggunakan plywood dan kayu, sementara kabel serta sejumlah perangkat seperti AC dan kipas membuat api cepat menjalar hingga ke bagian atas bangunan.

“Karena plywood saya dan kayu-kayu di atas, itu terbakar. Api juga naik ke atas karena kabel-kabel sampai ke atas,” tuturnya.

Ia juga menyebut kobaran api dari rumah pertama dengan cepat menyeberang ke rumah di sebelahnya karena jarak antarbangunan sangat berdekatan.

“Tidak sampai dua menit langsung menyambar ke rumah saya,” tukasnya.

Sementara itu, pemilik rumah (Ayah Ali), Dony Hafianah, memperkirakan kerugian akibat kebakaran mencapai ratusan juta rupiah. Rumah tersebut dibangun secara bertahap sejak 2014 dengan biaya awal sekitar Rp185 juta.

“Ratusan juta pasti. Saya bangun tahun 2014, waktu itu habis Rp185 juta,” katanya.

Dony mengatakan pembangunan rumah tersebut merupakan hasil dari tabungan yang dikumpulkannya selama bertahun-tahun sejak masih bekerja. Rumah tidak langsung selesai dalam sekali pembangunan, melainkan terus diperbaiki dan ditambah secara bertahap sesuai kemampuan.

“Saya mulai mengumpulkan uang itu tahun 1990. Sedikit-sedikit, nggak langsung jadi,” ujarnya. (jd)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan