Jelajah Daerah
Beranda Ekonomi Rokok Sumbang Pengeluaran Warga Kalimantan Utara 11,33 Persen

Rokok Sumbang Pengeluaran Warga Kalimantan Utara 11,33 Persen

Gambar: Hasil AI

Bulungan – Rokok dan tembakau menjadi salah satu komoditas yang cukup besar dalam pengeluaran masyarakat Kalimantan Utara. Rokok dan tembakau menyumbang 11,33 persen dari total pengeluaran makanan. Angka ini menjadi salah satu yang terbesar setelah makanan dan minuman jadi yang mencapai 26,22 persen, ikan sebesar 12,06 persen dan padi-padian sebesar 11,98 persen.

Sementara itu, pengeluaran untuk sayur-sayuran mencapai 8,23 persen, telur dan susu 6,47 persen, daging 5,69 persen dan buah-buahan sebesar 4,91 persen. Kondisi ini menunjukkan rokok dan tembakau mengambil porsi yang cukup besar dari pengeluaran masyarakat jika dibandingkan dengan sejumlah kebutuhan pangan lainnya.

“Kalau dilihat dari data pengeluaran makanan, rokok dan tembakau memang masuk dalam komoditas dengan persentase pengeluaran yang cukup besar, yaitu 11,33 persen,” ujar Kepala BPS Kaltara, Mustaqim dikutip dari benuanta.co.id, Senin (10/8).

Data pengeluaran ini menggambarkan pola konsumsi masyarakat dalam satu periode. Besarnya pengeluaran pada suatu komoditas tidak langsung menunjukkan bahwa komoditas yang dimaksud merupakan kebutuhan pokok. “Data ini lebih menggambarkan bagaimana pola pengeluaran masyarakat. Jadi bukan berarti rokok menjadi kebutuhan pokok, tetapi ada bagian dari pengeluaran rumah tangga yang digunakan untuk rokok dan tembakau,” jelasnya.

Secara keseluruhan, rata-rata pengeluaran masyarakat Kaltara mencapai sekitar Rp1,72 juta per orang setiap bulan. Dari jumlah, pengeluaran makanan mencapai 48,59 persen. Sedangkan pengeluaran bukan makanan sedikit lebih tinggi, yakni 51,41 persen.

Pada kelompok makanan, makanan dan minuman jadi menjadi pengeluaran terbesar dengan persentase 26,22 persen. Setelah itu disusul ikan, padi-padian dan rokok serta tembakau.

Besarnya pengeluaran untuk rokok juga menarik jika dibandingkan dengan sejumlah kebutuhan makanan lainnya. Pengeluaran rokok dan tembakau tercatat lebih tinggi dibandingkan pengeluaran untuk daging, buah-buahan, telur dan susu maupun sayuran.

Namun, angka tersebut tetap perlu dilihat dari sisi jumlah pengeluaran dan pola konsumsi masyarakat secara keseluruhan. “Untuk melihat kondisi kesejahteraan masyarakat tidak bisa hanya melihat satu komoditas saja. Pengeluaran perlu dilihat secara keseluruhan, termasuk pendapatan, harga barang dan daya beli masyarakat,” jelasnya. (jd)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan