Jelajah Daerah
Beranda Ekonomi PLN Siap Perkuat Daya Saing Global Lewat Streamlining dan Konsolidasi Entitas Usaha

PLN Siap Perkuat Daya Saing Global Lewat Streamlining dan Konsolidasi Entitas Usaha

Jakarta – PT PLN (Persero) menegaskan kesiapannya dalam mendukung penuh arahan Presiden RI Prabowo Subianto dan BPI Danantara terkait langkah streamlining Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Komitmen tersebut kembali ditegaskan dalam agenda Transformation Town Hall Sosialisasi Streamlining PLN Group yang digelar di Jakarta pada Selasa (1/7), sebagai bagian dari optimalisasi struktur bisnis korporasi guna memperkuat daya saing global.

Sebelumnya, Program Streamlining PLN Group resmi diluncurkan pada 12 Mei 2026 sekaligus menandai langkah transformatif korporasi. Melalui streamlining, PLN akan melakukan optimalisasi portofolio usaha, penguatan fokus bisnis inti, peningkatan sinergi grup, penciptaan nilai jangka panjang, dan penataan arsitektur bisnis perseroan dengan menargetkan konsolidasi 44 entitas usaha menjadi 23 entitas. Langkah strategis ini dirancang untuk melahirkan organisasi yang lebih tangkas (agile), adaptif, dan efisien, sekaligus memperkokoh posisi PLN sebagai motor pertumbuhan ekonomi nasional yang berdaya saing kelas dunia.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menegaskan bahwa implementasi streamlining akan dijalankan secara terstruktur, terukur, serta berlandaskan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG).

“Sesuai dengan arahan Presiden Republik Indonesia dan Danantara, PLN siap menjalankan proses streamlining dan optimalisasi struktur bisnis korporasi agar semakin selaras dengan core business, meningkatkan daya saing, dan menjadi perusahaan utilitas pilihan utama pelanggan khususnya di Tanah Air,” jelas Darmawan.

Ia melanjutkan, di tengah akselerasi transformasi energi global, sektor ketenagalistrikan kini memiliki peran yang semakin strategis sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus pilar ketahanan energi bangsa. Sejalan dengan peran tersebut, langkah streamlining PLN difokuskan pada lima tujuan utama, yakni refocus on core business, consolidate overlapping business and services, improve efficiency, maximize profitability, serta expand enterprise market value and capability.

“Saat ini proses streamlining PLN telah memasuki fase eksekusi pada kuartal II dan kuartal III tahun 2026. Pada tahap pertama, dilakukan penataan dan penggabungan PT PLN Electricity Services dan PT PLN Nusa Daya dalam kelompok services company. Selanjutnya, penataan dilanjutkan pada kelompok generation services melalui penggabungan PT PLN Indonesia Power Services, PT PLN Nusantara Power Services, dan PT PLN Suku Cadang. Merger juga akan dilakukan pada kelompok business enablement services yang mencakup PT Haleyora Powerindo, PT Paguntaka Cahaya Nusantara, dan PT Mitra Karya Prima,” ungkap Darmawan.

Darmawan menambahkan, selain penataan entitas jasa dan penunjang, PLN juga menjalankan divestasi entitas nonstrategis dan likuidasi perusahaan dormant. Saat ini pihaknya terus berkoordinasi dengan stakeholder terkait guna memastikan seluruh tahapan streamlining berjalan prudent dan sesuai dengan prinsip tata kelola yang baik.

“Penataan ini ditujukan untuk memperkuat efektivitas operasional sekaligus meningkatkan kualitas layanan PLN Group kepada pelanggan. Langkah ini merupakan upaya kami dalam membangun organisasi yang efisien dan terintegrasi guna meningkatkan daya saing di tengah dinamika industri energi global,” tegas Darmawan.

Direktur Perencanaan Korporat dan Pengembangan Bisnis PLN, Rakhmad Dewanto Haris, mengatakan bahwa program streamlining merupakan kelanjutan dari transformasi korporasi yang telah dijalankan PLN untuk membangun struktur bisnis yang semakin fokus, adaptif, dan berorientasi pada penciptaan nilai jangka panjang.

“Melalui streamlining, PLN memperkuat fokus setiap entitas pada kompetensi intinya sehingga tercipta organisasi yang lebih sederhana, terintegrasi, dan memiliki kapabilitas yang lebih kuat. Langkah ini akan meningkatkan efisiensi, mempercepat pengambilan keputusan, memperkuat daya saing, sekaligus membuka ruang bagi pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dalam mendukung agenda transisi energi nasional,” ujar Rakhmad.

Sebelumnya, program transformasi telah berhasil dilakukan PLN melalui pembentukan Holding dan Subholding pada tahun 2023. Restrukturisasi tersebut saat ini membuahkan hasil signifikan, di mana PLN Indonesia Power dan PLN Nusantara Power kini mengukuhkan posisi sebagai The 1st and 2nd Largest Generation Company in Southeast Asia. Inisiatif tersebut kini juga menjadikan PLN Energi Primer Indonesia sebagai The Largest Primary Energy Management Company in Southeast Asia, sementara PLN Icon Plus menjadi The Largest Customer Base for Electricity Related in Southeast Asia. (rs)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan