Disdikbud Kaltara Uji Coba Aplikasi Pendaftaran Online SPMB, Saat Ini Masih Tahap Sosialisasi
Tarakan – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mulai mematangkan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2026. Salah satu langkah yang dilakukan yakni menyiapkan uji coba aplikasi pendaftaran online sebelum proses resmi dibuka pada 17 Juni mendatang.
Disdikbud Kaltara masih berada pada tahap sosialisasi kepada masyarakat terkait mekanisme pelaksanaan SPMB. Ia menyebut aplikasi pendaftaran sementara masih ditutup dan akan dibuka untuk simulasi dalam waktu dekat.
“Insya Allah satu minggu sebelum pelaksanaan atau awal Juni nanti kami akan melaksanakan uji coba,” ungkap Plt. Kepala Disdikbud Kaltara, Hasanuddin, S.Pd., M.Si, Selasa (19/5).
Uji coba tersebut penting dilakukan agar orang tua maupun calon siswa dapat memahami sistem pendaftaran secara daring sebelum hari pelaksanaan.
Selain itu, Disdikbud juga ingin memastikan aplikasi berjalan maksimal dan mengetahui kemungkinan adanya kendala teknis.
Seluruh data hasil simulasi akan dihapus sebelum hari pelaksanaan dimulai. Hal tersebut dilakukan agar sistem kembali steril dan siap digunakan peserta saat pendaftaran dibuka pada 17 Juni pukul 01.00 WITA.
“Tanggal 16 nanti semua data uji coba kami hapus untuk persiapan pelaksanaan resmi tanggal 17,” ucapnya.
Disdikbud Kaltara menegaskan sistem seleksi SPMB tidak hanya berdasarkan jarak domisili semata, terdapat sejumlah indikator penilaian lain yang digunakan dalam proses seleksi penerimaan siswa baru.
“Jarak bukan satu-satunya penilaian, ada nilai lain yang juga dihitung dalam sistem,” tegasnya.
Dalam pelaksanaan SPMB tahun ini, jalur penerimaan dibagi ke dalam beberapa kategori, di antaranya afirmasi, prestasi, mutasi, dan domisili.
Contohnya di SMAN 1 Tarakan tersedia 12 rombongan belajar (Rombel) dengan pembagian kuota sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kuotanya dibagi, ada 30 persen afirmasi, 30 persen prestasi, lima persen mutasi, dan sisanya domisili,” paparnya.
Ia memastikan seluruh lulusan SMP di Kaltara diperkirakan tetap dapat tertampung di jenjang SMA maupun SMK, baik negeri maupun swasta. Walaupun daya tampung sekolah negeri memang terbatas dibanding jumlah peminat.
“Kalau dihitung negeri dan swasta, insya Allah semua lulusan SMP bisa tertampung,” terangnya.
Hasanuddin meminta dukungan seluruh pihak, termasuk media dan masyarakat, untuk ikut mengawasi jalannya proses SPMB agar berlangsung transparan dan lancar. Ia juga memastikan petunjuk teknis dan seluruh informasi terkait pendaftaran dapat diakses melalui laman resmi SPMB Kaltara.
“Semua juknis dan pengumuman nanti bisa dilihat langsung di website spmb.kaltaraprov.go.id ,” tandasnya. (jd)













