Jelajah Daerah
Beranda Kaltara Pertama Kali ke Tarakan, Ustaz Koh Dennis Lim Singgung Maraknya Judi Online, Ma’rifatullah dan Pesan untuk Pasangan Suami-Istri

Pertama Kali ke Tarakan, Ustaz Koh Dennis Lim Singgung Maraknya Judi Online, Ma’rifatullah dan Pesan untuk Pasangan Suami-Istri

Ustaz Koh Dennis Lim. (Foto: Istimewa)

Tarakan – Ustaz Koh Dennis Lim memberikan tausyiah di Expo Ketahanan Pangan yang dibesut oleh Garuda Surya Tarumanegara (GardaNegara) di Lapangan Tarakan Plaza, Rabu malam, 8 Juli 2026. Pendakwah ganteng ini, melakukan kunjungan dakwah pertamanya ke Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).

Ustaz Dennis Lim disambut hangat oleh ratusan jamaah yang didominasi oleh kaum ibu dan generasi muda. Ia mengaku terkesan dengan kerukunan masyarakat Tarakan yang kerap dijuluki sebagai “Miniatur Indonesia” karena keberagaman suku, budaya, dan agamanya yang hidup berdampingan secara guyub dan rukun.

Menurutnya, strategi tausiyah kepada kalangan muda agar pesan yang disampaikan dapat diserap dengan baik tanpa menyinggung, terutama di tengah maraknya fenomena judi online. Kunci utama dalam berdakwah adalah meluruskan niat, bukan berfokus pada seberapa banyak jamaah yang mendengarkan.

“Tugasnya sih tinggal meluruskan niat aja ya. Karena kita mau bicara seindah apa pun, kalau niatnya salah, mudah bagi Allah menjadikan si pendengarnya enggak simpatik, enggak mau dengar, atau enggak percaya. Tapi kalau kita sudah menyampaikan mudah-mudahan terbaik di hadapan Allah, ikhlas lillaahi ta’ala, mau bicaranya seperti apa pun, mudah bagi Allah dimasukkan ke hati pendengarnya,” ungkapnya, dikutip media ini kepada media Paguntara.com.

Ia menambahkan target utama dalam berdakwah adalah meraih ridha Allah SWT. “Targetnya Allah ridha, bukan berapa banyak jamaah. Karena meninggal kan enggak ditanya berapa banyak jamaah yang hebat,” tuturnya dengan nada tenang namun sarat makna.

Ustaz ini menekankan dari segala macam ilmu yang ada di dunia, baik itu matematika, politik, maupun arsitektur, ilmu yang paling penting untuk dipelajari manusia adalah ilmu Ma’rifatullah yaitu mengenal Allah SWT.

“Mesti kenal betul. Karena kalau enggak, asli, pusing hidup ini. Harga naik, ya masalah. Ada yang tidak amanah, ya masalah. Kita jadi korban kejahatan, iya masalah. Tapi yang lebih masalah lagi, sampai mati kita enggak kenal sama Tuhan kita,” tegasnya di hadapan para jamaah yang hadir.

Tidak hanya membahas tentang hubungan hamba dengan penciptanya, Koh Dennis juga membagikan pesan mendalam mengenai kehidupan rumah tangga yang terinspirasi dari Surah At-Tahrim ayat 6, tentang kewajiban menjaga diri dan keluarga dari api neraka.

Ia mengingatkan para istri untuk senantiasa mendukung suami dan menjaga lisannya, serta mengutip nasihat indah dari wanita salihah zaman dahulu yang bisa diadopsi oleh para istri masa kini untuk suaminya.

“Wahai suamiku, kami tahan pahitnya kelaparan. Yang kami tidak tahan adalah panasnya api neraka. Maka tolong jangan sekali-kali kamu pulang membawa yang haram ke rumah ini.”

Koh Dennis berharap pertemuan ini dapat menjadi wasilah bagi masyarakat Tarakan untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperbaiki ibadah, serta menjaga keharmonisan di dalam keluarga maupun bermasyarakat. (**)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan